Minggu, 27 April 2014

Terlalu Banyak Hari Ini-Itu Sedunia

Beberapa hari kebelakang kita sudah melewati Hari Kartini, Hari Bumi Sedunia, dan Hari Buku Sedunia. Gak cuma itu, di tahun 2014 ini kita sudah banyak melewati  hari-hari dunia. Misalnya, Hari Tahun Baru Sedunia, Hari Perdamaian Sedunia, Hari Gizi Sedunia, Hari Air Sedunia, Hari Meteorologi Sedunia.... *huh hah huh hah. Saking banyaknya sampai ngos-ngosan*

Nah, habis Hari-Hari Sedunia itu, nanti apalagi? Hari Tusuk Gigi Sedunia? Hari Jepit Jemuran Sedunia? Hari Gagang Pintu Sedunia? Semuanya aja ada Sedunia-Seduniain.

Pada dasarnya hari itu cuma ada tujuh. Dari kita TK sampe sekarang udah gede pun, hari tetep tujuh. Gak pernah nambah jadi delapan ataupun berkurang jadi enam. Tapi sayangnya kita membuat semuanya jadi ribet. Kita bikin Hari Anu Sedunia lah, Hari Ini Sedunia, sampai Hari Itu Sedunia. Dan lebih ribetnya lagi, semua hari-hari itu tanggalnya berderetan. Mending kalau tanggal merah, kalau nggak kan nanggung jadinya.

Ada hari-hari sedunia itu gak apa-apa sih. Cuma ada beberapa efek aja yang akhirnya menerpa kita, di antaranya ini nih:

Bingung

Saat bangun pagi, jangan GR dulu kalau ini adalah hari Senin, Selasa, Rabu, atau seterusnya. Bisa aja hari itu adalah Hari Makan Capung Sedunia. Dan karena kamu gak tahu, kamu pasti akan kebingungan. Dan karena banyaknya hari-hari itu, kamu juga bisa jadi pusing gara-gara memikirkan hari ini sebenarnya hari apa.

Jadi Banyak yang Ngucapin “Selamat Hari Blablabla Sedunia!” di Social Media

Ada berapa juta triliun orang di TL-mu yang ngetwit “selamat hari blablabla sedunia!”? atau jangan-jangan, kamu juga ngucapin itu ya? Hemmm, bagus kalau gitu. Berarti kamu sudah ikut berpartisipasi dalam Hari Sedunia itu. Yaaa walaupun cuma lewat twit doang.

Tapi, emang ngaruh ya kalau cuma ngucapin di twitter aja? Yaaa semoga ngaruh lah ya.

Kasian Cowok yang Punya Pacar

Cowok itu ingatannya agak kurang baik dalam hal mengingat, apalagi mengingat tanggal jadian mereka. Cowok itu kalau ditanya tanggal jadian sama ceweknya, biasanya ada jeda dulu sebelum ngucapin tanggalnya. Dan itu adalah bukti kalau cowok suka lupa tanggal jadian mereka.

Udah mah cowok susah mengingat tanggal jadian, ini malah ditambah juga dengan hari-hari sedunia itu. Ya udah, siap-siap dimarahin pacarnya aja itu mah. Siap-siap juga merayakan Hari Dimarahin Pacar Sedunia.

Selain karena efek-efek itu, hari-hari sedunia juga membuat kita bertanya-tanya:

Apakah kita merayakan hari sedunia itu karena benar peduli, atau ikut-ikutan aja?

Berapa banyak di antara kamu yang tahu kalau Hari Bumi itu tanggal 22 April? Dan berapa banyak yang tahu kalau Hari Buku Sedunia itu tanggal 23 April? Rata-rata kita tahu pas ada yang ngucapin di media social aja. Kalau cuma gitu, apa benar kita peduli?

Dan seandainya peduli beneran, akan sangat rentan tertimpa hari-hari sedunia lain yang letaknya sering kali berderetan. Contohnya Hari Bumi 22 April baru juga nanam pohon eh 23 April-nya udah Hari Buku jadinya nebang pohon lagi buat bahan bikin kertas.

Harusnya, kalau hari-hari itu benar-benar penting, tentunya kita harus ikut serta aktif dalam perayaan dunia itu. Kalau di perayaan dunia itu kegiatan kita sama aja kayak hari-hari biasa, ya udah gak usah diperingati sekalian. Kalau ternyata hari-hari dunia itu nggak mengubah kita, ya udah nggak usah merayakan.






sumber : http://www.nyunyu.com/main-article/detail/terlalu-banyak-hari-ini-itu-sedunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar